![]()
Medan – Guna membangkitkan kembali gairah pasar tradisional yang kian tergerus tren modern, Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Medan, dan Sustainable Development Goals Generation (SDG Gen) berkolaborasi menggelar kampanye “Pasar Asik Kota Medan”. Kegiatan yang diadakan pada Minggu (27/7/2025), ini diharapkan dapat menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja dan berinteraksi di pasar.

Acara kampanye dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan Rico Waas, yang diwakili oleh Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemko Medan Agus Suriyono. Ia didampingi oleh Plt. Direktur Utama PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi, serta dihadiri para Kepala Cabang dan Kepala Pasar di jajaran Cabang I PUD Pasar Medan serta Rizal Ginting, mitra Pasar Halat. Dari pihak SDG Gen, tampak hadir Pembina SDG Gen Ferry Aritonang, Koordinator Acara M. Fahrurrozy Efrial, Koordinator SDG Gen M. Rasyid Situmorang, dan Wakil Presiden USU Periode 2023-2024 Daniel Sianturi.
Dalam sambutan Wali Kota Medan yang dibacakan Agus Suriyono, ditekankan bahwa kampanye semacam ini adalah upaya strategis untuk membangkitkan kesadaran bahwa pasar merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kota. Revitalisasi pasar tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada nilai-nilai keberlanjutan dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
“Pasar harus menjadi ruang publik yang sehat, aman, dan inklusif,” tegas Agus, membacakan sambutan Wali Kota.
Karena itulah, seluruh pihak harus mendukung transformasi pasar tradisional menjadi lebih ramah, bersih, digital, dan berdaya saing tinggi. Sebab, pasar kuat, rakyat sejahtera, dan masa depan cerah.
Ia berharap kampanye ini memberi dampak positif dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan pembeli. “Kita harus mendorong bagaimana mensejajarkan pasar tradisional dengan marketplace modern melalui penataan lingkungan pasar yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama PUD Pasar Medan Imam Abdul Hadi mengapresiasi tinggi kegiatan ini sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali pasar tradisional. Ia bahkan mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya ‘nongkrong’ di tempat ber-AC, tetapi juga menikmati suasana pasar.
“Aksi sosial kebersihan atau edukasi pedagang untuk menaikkan skill teknologi diharapkan bisa bermanfaat dan berkelanjutan,” sebut Imam.
Senada dengan itu, Koordinator Acara SDG M. Fahrurrozy Efrial menegaskan bahwa pasar tradisional adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat. “Karena itulah, kami dan rekan-rekan mahasiswa lainnya terjun langsung ke masyarakat untuk mewujudkan bangsa yang merdeka. Kemerdekaan sejati adalah tentang masyarakat yang memiliki ekonomi kuat dan cerdas,” ujarnya. (tim)
