Sukri _ Kabiro Tanggamus

FKWI.TV – Keratuan Semaka atau dalam pelafalan Lampung disebut Kekhatuan Semaka adalah salah satu cagar kebudayaan yang masih dan mesti dijaga keadaan juga keberadaannya. Hal ini merupakan salah satu cara dalam upaya menjaga warisan adat dan kebudayaan para leluhur khususnya masyarakat Lampung yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Salah satu upaya dalam menjaga keberadaan bukti-bukti adanya peradaban kebudayaan masalalu adalah dengan memuseumkan benda-benda penemuan yang sudah teridentifikasi melalui penelitian ahli arkeologi yang akurat demi mengetahui secara pasti nilai-nilai historis yang terkandung didalamnya, sehingga bukti-bukti adanya peradaban kebudayaan masalalu itu tidak punah termakan usia dan zaman yang selalu berkembang setiap detiknya ini. Museum Keratuan Semaka adalah tempat dimana adanya bukti peninggalan barang-barang  warisan kebudayaan para leluhur kebudayaan Lampung Saibatin dimasanya.

Museum cagar kebudayaan ini berada di wilayah Provinsi Lampung, tepatnya di Pekon (Desa) Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Kabupaten Tanggamus. Museum ini didirikan pada bulan April 2015. Sebelumnya, Keratuan Semaka akan dibangun di pusat distrik (ibukota) di kabupaten Tanggamus, akan tetapi Pangeran (Pengikhan) dan masyarakat setempat di sekitar museum menentangnya. Hal itu disebabkan semua benda-benda yang sudah tersimpan rapih di museum yang notabenenya milik masyarakat setempat, yang apabila hal itu terjadi maka secara otomatis nama kepemilikan dan tempat kedudukannya akan lenyap dan berganti pula.

Pada 1650-an sebagian wilayah Lampung diambil alih oleh kerajaan Banten. Setelah itu kerajaan-kerajaan kecil ini (yang dikenal sebagai keratuan) dibuat di Provinsi Lampung, antara lain Keratuan Darah Putih (Kalianda), Keratuan Melinting (Lampung Timur), Keratuan Pemanggilan (Labuhan Ratu) dan Keratuan Semaka (Tanggamus). Tujuan dari pendirian keratuan itu untuk memberi kekuasaan sebagai tanda jasa-jasa yang telah diberikan Lampung kepada Kesultanan Hasanudin dalam memperluas supremasi kekuasaan Banten di Nusantara.

Peristiwa itu terjadi dikala Banten mengalahkan Rawayan. Rawayan adalah sisa-sisa dari peninggalan Hindu-Mataram yang masih bertahan, karena Rawayan menolak untuk menyerah disebabkan mereka terus menganut agama Hindu sedangkan pada waktu itu Banten mayoritas sudah memeluk agama Islam. Karena hal itu, Sultan Hasanuddin meminta dukungan dari Lampung, dan ketika Banten masuk didirikanlah sistem kerajaan di Lampung (Keratuan).

Saat ini, museum Keratuan Semaka yang terletak di Pekon Sanggi Unggak,  Kecamatan Bandar Negeri Semuong yang memiliki luas sekitar 722 Hektare tengah membutuhkan perhatian khusus, yaitu revitalisasi atau suatu proses/cara untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya belum terberdaya secara optimal. Agar ruh-ruh perjuangan serta warisan kebudayaan agung dan peradaban yang luhur ini tidak lekang oleh perkembangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.