DATARILIS.COM || TIM

MEDAN – Perjalanan bisnis perjudian tebak angka bermerk ‘NGL’ ini tak bisa dipandang sebelah mata. Luas wilayah yang telah dikuasai, siapa sangka dapat menciptakan omzet puluhan juta rupiah.

Hal ini pun diungkapkan oleh beberapa orang narasumber terpercaya yang tinggal tepat dikawasan beroperasinya bisnis haram tersebut.

“Kalau permainan togelnya mereka bermain di beberapa jenis bang. Contohnya kalau siang hari di Sydney, sore hari Singapura dan malam hari Hongkong. Pendapatan perhari saja bang, untuk kawasan Medan, Sunggal Deli Serdang bisa mencapai Rp 50 juta. Hitung-hitungannya dalam satu lokasi/lapak, satu putaran bisa menghasilkan 1-2 juta paling sedikit, kalikan dalam sehari bisa 3 putaran kemudian dikalikan jumlah lokasi. Hitung-hitungan yang sangat sederhana,” ungkap pria berbadan tambun tersebut.

Lanjutnya, dalam melancarkan bisnis haram tersebut yang kerap muncul di kawasan warung kopi dan pakter tuak, ada dua nama yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan sang pemilik usaha haram tersebut untuk mengumpulkan rekapan uang hasil penjualan togel.

“Hanya dua orang mereka bang yang berperan sebagai tukang rekap/pengumpulan uang hasil penjualan togel itu. JA Nainggolan dan MA Nainggolan. Jadi, setiap juru tulis (jurtul) untuk kawasan Helvetia, Tj. Gusta dan Sunggal di koordinir oleh NA Tanjung yang kemudian diserahkan kepada JA Nainggolan ataupun MA Nainggolan setiap hari Selasa & Jum’at. Sistem kerja mereka terbilang rapi bang sehingga tidak dapat tercium oleh oknum aparat penegak hukum,” bebernya. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.