Foto ilustrasi 

DATARILIS.COM – REDAKSI

Tanjung Raja – Diduga Oknum Bidan di Kelurahan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kab. OI sudah mulai malas untuk melayani masyarakat untuk cek ibu hamil, mungkin takut terkena dampang Covid-19, seseorang Oknum Bidan di Kelurahan Tanjung Raja sepertinya, diduga sengaja menghindari saat warga ingin cek kehamilan dengan beberapa alasanya, agar warga yang ingin cek kehamilannya tsb tidak datang lagi di tempatnya.

Seperti keterangan yang dialami salah satu warga Kelurahan Tanjung Raja RT 05, lingkungan 3 yang bernama Riza Utami (32) dikatakannya, pada Minggu, (20/07)” semenjak saya periksa kehamilan di klinik bidan ini dengan suami yang mengatar, dari umur kehamilan saya 1-2 bulan sebelumnya hingga sampai umur kehamilan saya sekarang sudah besar.

“Pada akan periksa ke oknum bidan ini selalu berjanji tak pernah tepat dengan janjinya seperti sengaja menghindari dan hal ini sudah bukan kali ini aja dialami, saat ingin cek ke oknum bidan ini, mungkin karna enggak pernah bayar saat nak ngecek kehamilan (nak Gratis bae) mungkin si oknum bidan malas nak ngeceknya.

pukul 15:00 Wib kurang lebih, saya merasa sakit perut lalu suami cepat mengatar saya dengan pakai sepeda motor rumah bidan ini tapi si bidan tidak berada ditempat, saat suami coba hubungi divia telponnya, jawab sang oknum, maaf saya sedang didesa serijabo jadi nanggung mau pulang” ujarnya si oknum bidan, malam bae datang” katanya si bidan.

Saat waktu malam sekitar pukul 18:40 wib sebelum ba’da Isya kami ulangi lagi datangi si rumah oknum bidan tsb bersama suami tapi sepertinya bidanya masih lum pulang. Coba ditunggukan sekitar 10-15 menit masih juga pulang” ujarnya.

Lanjutnya ibu Riza, Tak lama kemudia, ada seorang ibu bersama anaknya keluar dari sekolah SDN20 samping rumah bidan tsb mungkin penjaga sekolah, ibu ini mengatakan, mau nunggu bidan iya ” kata bu itu bertanya, kyaknya enggak ada bu bidannya soalnya kalau ada pasti mobilnya ada bu, kata sang ibu tsb sambil berlalu.

“Lalu kami pulang, pada pukul kurang lebih 19:00 wib suami coba cat whatsapp ke oknum bidan tsb ingin bermaksud menanyakan, apakah sudah pulang atau belum. Tak lama kemudian si bidan menjawab catnya suami jawabnya, jam 8 bae soalnye kami masih diserijabo,” ujar si bidan.

Sesuai kata janji sang oknum bidan tsb pada pukul 20:15 wib malam sesampainya, saat ketuk pintu rumah ni bidan sampai berulang ulang, baru lah keluar anak kecil melihat dari jendela, dikatannya, Wang Nye Lum Balek” ujar si anak tsb.” tutur ibu riza katakan ke suami yang kebetulan sang suami warta yang bertugas di OI.

Terusnya, pukul 20: 46 wib malam suami coba Cat divia WA Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Raja, Hj. Nelly Anggia, Yuk izin aq numpang perise kehamilan bini ku kepuskes tbo yuk.

“Yuk aq numpang nanye sue pungsi bidan itu yang semestinye kusus diwlyah tanjung raje ikk didalam pelayannye kepada msyarakat, selain hanye perise wang berobat, ibu hamil dan ibu melahirkan” tak ada basan dari bu Nelly dicat suami yang ditanyakannya tsb.

sampai pukul 21:20 wib malam kurang lebih lagi kami coba datangi lagi ke rumahnya, hingga dua tiga ulangnya, lagi lagi masih juga lum ada bidannya (belum balek), dicoba dicat divia WAnya pun dak dibalasannya.” ungkapnya.

Terpisah, Tak lama kemudian pada pukul 22 :05 wib malan kurang lebih sesusai suami saya cat ibu Nelly ada menelpon dari seseorang yang di kenal suami baik (Kawan), biasa di panggil Mokyadi, sue hal masalah mu dengan EY” tanyanya. Suami menjawab, dak ktek Mok, aq cuman nak ngecek istri bae karne ujie die sakit perut tapi aq merasa cak dikolahkeh bae soalnye lah due tige ulange kalie aq coba temui die masih jugek lum balek balek, jadi anggapan suami karna dak sesuai bae dengan yang diucapkan dari janjinye tsb padahal die dewak yang lah berjanji.

“Lalu, Mokyadi memberikan hpnya kepada sang oknum bidan tsb, malah marah tak jelas percakapannya didalam hp (mau menang sendiri), seolah-olah suami saya yang salah dan ya malah berdalih kalau dia lah yang menunggu lama kedatangan kami, kalau emang benar yang ya katakan tsb ” kenapa sampai berulang ulang kali kami ketempatnya selalu dak ktek wang e dan bukankah suami sudah sebelum dia pulang sudah terlebih dahulu memiskol dan mengirimkan sms divia WAnya tapi kenapa enggak dibalasnya, seharusnya kalau emang nak serius nak melayani enggak mungkin bisa jadi begini ceritanya,” terangnya.

Terdengar jelas divia telpon seluler suami” Ya dikatakan, kenapa harus nak sms bu Nelly cak itu, mengomel dak karuan, kalau dak hari sabtu dan minggu kami libur melayani jadi kami nyarih duit” ujar dengan marah dan kesombongnya si oknum sambil rutuk dihp, dan mengungkit ungkit tentang jasanya kepada suami saya terdengar saat jelas didalam via telpon tsb”, ungkap ibu Riza beberkan ke sang suaminya (Warta OI).

Karna dak ketemu dengan si oknum bidan tsb apa lagi kabarnya, takut terjadi yang tak diinginkan, lalu suami mengajak dukun berurut bae. “Alhamdullah saat sudah diurut oleh dukun tsb tidak terjadi ada apa apa dengan kondusi saya dan si cabang bayi, untung cepat?, sambil berkata enggak apa apa kok hanya kecapeaan aja,” ujar sang dukun.

Dikatakan suami Fc (32), apa yang dikatakan istri saya tsb adalah benar adanya bukan hoax karna saya yang selalu ikut menemani setiap mau cek kebidan tsb.

Saya berharap kedepanya hal ini tidak terulang, agar tidak lagi terjadi kesalah safaman ” kalau tak bisa ataupun lagi sibuk jangan membuat janji kalau akhirnya janji tsb menjadi tak tepat.

Melihat kejadian ini, Jujur saya selaku sang suami dan juga selaku bekerja penyampai publik saat kecewa, cara keseriusannya dalam pelayanan oleh Oknum Bidan di Kelurahan Tanjung Raja tsb terhadap janjinya dalam melayani pasienya karna menganggap pasien belum mau melahirkan juga,” pungkas. (F. CASTRO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.