Reporter : Hasan Basri

Datarilis.com | Medan – Tabligh Akbar digelar Kamis, (18/ 2 /21) selepas Sholat Isya berjama’ah di Pondok Pesantren Al Busyro Medan milik KH. Mufty Ahmad Nasihin di jl. Purwosari gg. Sederhana Krakatau Medan berjalan hikmad dan meriah.

Tabligh Akbar tersebut di isi oleh pemateri kajian dari Kyai Jawa Timur yang dikenal Sebagai Singa Aswaja Nusantara yaitu KH. Muhammad Idrus Ramli dan dihadiri juga oleh ustadz Rahmad Baequnie atau yang dikenal sebagai ustadz Akhir Zaman dari bandung serta beberapa Ulama’, Habib dan Ustadz kota Medan.

Dalam kajian yang di sampaikan oleh KH. Muhammad Idrus Ramli “Umat Islam itu banyak menghadapi Fitnah dan fitnah akhir zaman itu ada fitnah politik, fitnah ekonomi, fitnah pandemi, nah pandemi ini juga termasuk fitnah tapi yang paling bahaya itu adalah fitnah aqidah dan fitnah aqidah itu solusinya hanya ilmu dengan menghadiri majelis majelis ilmu.” Dan beliau juga menyampaikan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari Abu Ummah Al-Bahili r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda “Akan banyak fitnah-fitnah sebab fitnah itu seseorang paginya masih beriman namun sorenya menjadi kafir”. dan beliau juga mencontohkan dari fitnah aqidah yaitu “kadang ada seorang ayah yang pemahamannya Ahlussunnah Wal Jama’ah yang membolehkan tahlillan, memiliki anak yg kuliyah di kampus lalu anak tersebut terpengaruh kawannya dan dosennya dengan pemahaman yang menyimpang maka anak itupun terikut oleh pemahaman yang menyimpang tersebut, Naudzubillah.

Ini bukan fitnah politik tapi ini fitnah aqidah dan fitnah aqidah ini adalah fitnah yg paling berat, lebih berat dari fitnah politik. jadi dalam hadits ini digambarkan orang-orang paginya beriman namun sorenya telah menjadi kafir.

Di Indonesia ini termasuk ladang subur tumbuh pemahaman pemahaman yang menyimpang, setiap ada pemahaman yang menyimpang pasti ada pengikutnya maka untuk mengatasinya dibutuhkan ilmu pengetahuan agama, ilmu yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW kepada para ulama-ulama kita yaitu ulama Ahlussunnah Waljama’ah.” Tegas beliau.

KH. Muhammad Idrus ramli ini adalah seorang pakar Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama’ah) dari jawa timur dan dikenal sebagai singa Aswaja nusantara sebab keberanian beliau menyangkal dan menentang bahkan mendebat ustadz-ustadz yang membawa pemahaman sesat dan menyesatkan yang keluar dari pemahamanan aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Rangkaian acara Tabligh Akbar yang diadakan oleh KH. Mufty Ahmad nasihin selaku pendiri dan pembina pondok pesantren Al-Busyro dan Majelis Taklim Darusshofa Medan tersebut dimulai dengan pembacaan maulid dan sholawat yang dimeriahkan oleh team hadroh Darusshofa Medan dan para Jama’ah dari berbagai Majelis Taklim kota Medan.