Sungai Pinang — DataRilis.com
Kabiro

Warga Desa Serijabo, Kecamatan Sungai Pinang, Kab. OI, Prov. Sumsel, pada saat akan masuknya aliran listrik tahun 2019 kemarin hingga di tahun 2020 ini warga merasa bahagia, bagaimana tidak infrastructure penerangan listrik yang ini damba-dambakan warga akhirnya mulai terealisasi, warga sambut gembira.Namun ironisnya warga merasa ditipu dengan ucapan Kepala Desa sebelumnya, bahwasanya pemasangan listrik ini gratis tapi tak disangka pada kenyataannya saat pemasangan KWH warga dikenakan biaya hingga jutaan rupiah oleh oknum yang mengaku dari PLN yang bernama (Purba).

Karna merasa keberatan untuk biaya pemasangan KWH yang dipatok oleh oknum PLN yang bernama (Purba) tersebut banyak warga yang tak sanggup ikut memasang,cuma ada segelintir warga yang pasang, sisanya ratusan warga lainnya tak sanggup” menurut pantauan awak media pada Rabu, (11/03/2020).

Menurut salah satu pengakuan warga saat dikonfirmasi awak media mengatakan, untuk harga pemasangan KWH (900 Watt) per unitnya sebesar Rp. 3.250.000.00,- yang harus kami bayarkan kepada Bapak PLN bernama Purba tersebut. “sedangkan untuk pembayaran dan harga yang ditentukan bapak Purba, kades pun mengetahui hal tersebut.

Dengan harga yang dibandrol sebesar itu, membuat kami selaku warga miskin merasa kebingungan. Kenapa kok bisa jadi begini nasib kami warga yang miskin ini merasa ditipu oleh kepala desa dan oknum yang mengaku dari PLN tersebut,” ujar warga desa dengan rasa kecewa.

Menurut Kepala Desa Serijabo Herian mengatakan, Memang rencana awal bahwa warga itu akan digratiskan untuk pemasangan KWH dan rencananya anggaran tersebut dari Dana Desa(DD).Tetapi setelah koordinasi meminta masukan dari Dinas,Tenaga Ahli(TA) dan Pendamping Desa bahwa tidak boleh menggunakan Dana Desa itu untuk pemasangan KWH secara gratis. “Karena menurut mereka hal itu melanggar aturan jadi rencana tersebut dibatalkan.Lagipula rencana itu belum disampaikan di Musdes dan belum dianggarkan,” jelasnya.

Sedangkan yang menentukan harga (biaya) pemasangan itu adalah pihak yayasan oleh pak Purba, bukan dikoordinir oleh desa. Kami hanya memfasilitasi untuk pertemuan warga di halaman rumah RT 07 dan hal itu sudah berdasarkan kesepakatan antara warga dan pihak terkait bukan kami (Pemerintah Desa) yang menetapkannya. Pemasangan listrik ini tidak dipaksakan, dan saat ini baru ada tiga rumah warga yang sudah memasang KWH ini,” ungkapnya.

Sampai berita ini di terbitkan belum ada penjelasanya dari pihak PLN baik dari pihak PLN wilayah (OI) dan pihak PLN wilayah Kayu Agung (OKI), mengenai harga pemasangan KWH yang terjadi di desa serijabo tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.