Tanjung Raja — DataRilis.com
Kabiro

Proses pembongkaran jembatan lama Tanjung Raja di dalam pembangunannya di Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel ini, mulai menimbulkan dampak yang merugikan warga di sekitar pembangunan. Baru dalam proses pembongkarannya saja sudah lima rumah warga sekitar jadi korbannya, dikarnakan efek dari pergerakan alat berat sampai proses pemecahan batu beton jembatan, sudah banyak menyebabkan keretakan yang cukup parah dibeberapa rumah warga hingga dindingnya jebol, kerusakan ini juga merambat hingga ke pondasi rumah pun jadi ikut terangkat,” Rabu (11/03/202).

Menurut sumber yang didapat dari keterangan beberapa warga yang terkena dampak di RT. 05 Lingkungan III, yakni Nofriansyah, Iswadi, Saluna, Peru dan Kartini.Mereka mengatakan kepada wartawan Rabu (11/03), kami sudah melaporkan kepada pihak pengawas tentang masalah kami ini, tapi mereka tidak ada tanggapannya sama sekali, seperti acuh tak acuh (Masa Bodoh). Mereka mengatakan Mohon Maaf, kami hanya Pelaksana kuli kami tidak tau, ujarnya ketua pelaksana sambil berlalu mengawasi pekerja,” ujar warga.

Sementara itu dengan congkak dan sombongnya, meremehkan dan merendahkan awak media saat dikonfirmasi, Pelaksana lapangan pengerjaan jembatan kembar Tanjung Raja ini yang bernama Samson’s dan Ari, seperti tidak suka adanya kedatangan wartawan meliput, untuk menyampaikan keluhan warga yang terdampak tersebut. jawabnya sama seperti yang dikatakan warga. Ia mengatakan, kami tidak tahu menahu tentang hal itu, kami hanya pekerja di sini, bukan urusan kami (Kuli) dan juga setau kami proyek ini tidak ada hubungannya juga dengan Provinsi Sumsel karna proyek ini langsung ditangani oleh Kementrian PUPR Balai Besar (Pusat).” tambahnya atau bapak bisa tanyakan saja langsung ke PU Provinsi,” ujar nya dengan nada kasar dan mengecilkan awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.