Berita F. Castro Kabiro

* Ditengah Corona, Pajak Non KTP Naik Berkali Lipat *

Datarilis.com ||| Ditengah pandemi corona, wajip pajak (wp) kendaraan bermotor Ogan Ilir (OI) khususnya wilayah Kecamatan Tanjungraja, Sungai Pinang, Payaraman, Kandis dan sekitarnya resah, lantaran diduga ulah oknum ASN perempuan berinisial “SM” yang secara sesuka hati menetapkan nilai pajak kendaraan bermotor baik roda dua ataupun empat milik warga.

” Oknum “SM” tersebut sebenarnya bertugas sebagai bendahara pengeluaran, namun juga ditugaskan sebagai pencetak notice di loket pelayanan Kantor Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) wilayah  Samsat OI 2 Tanjungraja.

Seperti yang dikeluhkan Ta warga Srijabo Kecamatan Sungai Pinang, menurutnya biaya pajak kendaraan bermotor untuk non ktp dipatok Rp300ribu padahal normalnya Rp130ribu, sementara untuk  mobil biayanya Rp500ribu padahal normalnya Rp170ribu. Tak hanya itu berdasarkan pantauan, saat masuk ke Kantor Samsat Tanjungraja, setiap wp bakal dikenakan biaya Rp2ribu dipintu masuk. Pungutan uang tersebut digunakan untuk membeli map agar berkas wp tak tercecer.

Selain pungli pajak kendaraan non ktp, oknum tersebut juga menetapkan biaya tambahan untuk pajak kendaraan bermotor yang berkasnya lengkap.

” Bianyanya Rp50ribu-Rp100ribu per kendaraan, tergantung mobil atau motor. Belum lagi non ktp itu tambah tinggi biayanya, kalau mobil bisa sampai Rp500ribu/kendaraan, padahal normalnya hanya Rp170ribu. Kita maklum sih sebenarnya, kalau saat suasana normal. Tapi inikan lagi musim corona, dia malah sekehendak hati menetapkan harga, padahal kita ini cari uang sedang susah! Ini malah naikin biaya pajak kendaraan seenak udelnya. Ya jelas kami keberatan!,”ujarnya

Tak hanya itu, bahkan pengendara bentor Yang yang memiliki motor Megapro tahun 2016, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, biaya pajak untuk motornya sangat tinggi, ia dimintai biaya sebesar Rp600ribu, padahal biasanya jika membayar di Samsat Inderalaya biayanya hanya Rp450ribu,” tinggi sekali kalau seperti itu, karena saya hanya tanya dan harganya kemahalan jadi batal sajalah tidak jadi bayar pajak,” rutuknya saat kecewa sambil belalu meninggalkan kantor tsb.

Sementara itu, saat di konfirmasi info tsb langsung ke kantornya, oknum ASN “SM” menyangkal keras tuduhan yang ditujukan kepadanya. ” Tidak benar itu, sama sekali tidak ada. Jadi, tidak benar tuduhan itu,”ucapnya gelisah. Saat ditanya, apakah Kepala UPTB Salahuddin sedang berada di kantor, oknum tersebut mengatakan kepala kantor sedang di ruangan atas, dan mempersilahkan pewarta untuk menemuinya”, ujarnya untuk mengalihkan pertanyaan wartawan.

Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) wilayah  Samsat OI 2 Tanjungraja H. Salahudin S.sos, Msi, mengatakan, kalau soal penetapan biaya pajak kendaraan bermotor, silahkan tanya dilantai bawah, menemui Kasi penetapan,” seperti saling lepar saat dikonfirmasi media.

“Saat disinggung lebih jauh soal adanya dugaan pungli yang diduga dilakukan oknum tersebut, ia hanya mengatakan silahkan tanya kepada yang bersangkutan. “Silahkan tanya dibawah soal penetapan biaya, tanya ke kasi penetapan. Saya tidak tahu terkait hal itu. Silahkan tanya juga oknum yang bersangkutan soal dugaan itu,” tuturnya kebingungan saat diwawancarai.

Kasi Penetapan Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) wilayah  Samsat OI 2 Tanjungraja Hj. Merry Noviyanti, SE. Msi mengatakan, dirinya tidak pernah menerima uang lebih dari biaya pajak kendaraan bermotor ataupun roda empat.

“Kita berkas lengkap saja, kalau tidak pakai ktp tidak diterima. Saya tidak bertanggungjawab, saya sesuai nominal biaya pajak, tidak pernah menerima lebih. Apalagi soal pungli saya tidak tahu!,” jelasnya ke media saat di konfirmasi.

Terpisah dari itu, Kasatlantas Polres OI AKP Desy belum bisa dihubungi terkait persoalan tersebut. pungkas nya. (Sumber: Beritapagi.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.