*  Begitu juga uang iuran perpisahan  belum di kembalikan, sementara perpisahan tidak jadi *

Tim Sabli Kabiro

Datarilis.com ||| Berdasarkan surat keputusan gubernur jambi 475/ KEP Gub/ BPBD2020 tanggal 29 mei terkait tanggap darurat bencana non alam provinsi jambi tahun 2020.terkait surat edaran perpanjangan masa belajar dirumah dengan menggunakan sistem daring dan persiapan new normal pada satuan pendidikan SMA N 1 batanghari th ajaran 2019/ 2020 tentang pelaksanaan ujian semester genap th ajaran 2019/ 2020

Berdasarkan surat tersebut diatas pihak SMA N1 batanghari diduga menerbitkan surat edaran kepada seluruh siswa yang berisikan masa perpanjangan belajar dirumah dan tentang pelunasan ADM yang berkaitan dengan pihak sekolah

Dimna dengan terbitnya surat edaran tersebut membuat keberatan bagi sebagian pra orang tua wali murid terutama mengenai ADM sekolah yang mana pada masa pandemi corona saat ini seluruh ekonomi masyarakat sedang sulit- sulitnya dan juga tentang iuran uang perpisahan anak sebesar 35000 per anak yg dibayarkan lunas sebelum bulan ramadhan dan sampai sekarang blum ada kabarnya

Berdasarkan pemaparan slah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada awak media datarilis.com.” untuk saat sekarang ini jangankan untuk membayar tagihan, untuk makan sehari- hari saja susah, dikarenakan keadaan saat ini seluruh perekonomian kmi hancur dan lumpuh, demi keberlangsungan pendidikan anak- anak kmi, kmi berharap keringanan dari pihak sekolah dan perhatian dari pemerintah menjelang corona ini berakhir dan perekonomian kmi kembali normal, tegas narasumber

Terkait hal ini Awak media datarilis.com sudah 3 kali mendatangi Pihak kepsek SMA N 1 batanghari untuk mengklarifikasi hal ini, namun pihak kepala sekolah tidak pernah berada ditempat

Maka dari itu diminta kiranya prhatian dari pihak pemerintah provinsi jambi dan dinas instansi terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan dan kebudayaan jambi untuk menindak tegas menyelesaikan hal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.