TANJUNG RAJA || DATARILIS.COM – TV ONLINE

Pembangunnan jembatan Tanjung Raja yang tertutup rapat dan sulit saat awak media mencari informasi, yang terletak di Kecamatan Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel ini, dengan sengaja mendatangkan sejumlah pekerja. Diduga kontraktor hanya memikirkan sendiri demi mengajar keuntungan, tanpa peduli terhadap imbauan pemerintah dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona (Covid-19).

“ada hari ini Jum’at, (03/04/2020) dari pantauan awak media, pihak kontraktor dengan bebas nya mendatangkan para pekerja dari Kuningan Jawa Barat secara ilegal diduga tampah izin didatangkanya, sehingga membuat warga tanjung raja menjadi resah.

Menurut informasi yang di dapat wartawan DataRilis dari warga setempat, tentang adanya informasi akan datangnya pada hari pekerja dari Jawa, wartawan DataRilis langsung mengkrocek menujuh keloksi untuk memastikan informasi kedatangan para pekerja dari jawa barat tersebut, ternyata benar ada, para pekerja itu datang dari pulau jawa karna terlihat beberapa para pekerja sedang dilakukan pengecekan kesehatan dari pihak Puskesmas Tanjung Raja.

“Saat awak media mencoba mengambil foto ada salah satu diduga kontraktornya mencoba menghalangi-halangi, Ya berkata, anda siap, mau apa, kenapa foto-foto disini dengan nada kasarnya menghalangi-halangi.

wartawan menjawab, maaf pak saya dari wartawan, saat tau wartawan dan sempat di tanya kontraktor tersebut berlalu meninggalkan lokasi.

“Jangan hanya memikirkan keuntungannya saja, pikirkan keselamatan pekerja dan masyarakat di Tanjung Raja dan sekitarnya secara umum,” ujar salah satu warga setempat Castro kepada DataRilis.

Menurutnya, Kami tidak mau wabah ini bisa menimbulkan korban di wilayah kami khususnya tanjung raja,” tuturnya.

“Mereka bebas masuk ke luar lokasi pembangunan proyek, sedang warga pribumi asli malah dilarang keluar rumah di negeri sendiri tapi kok ini orang bebas masuk, hal sangat membuat kami cemas, was-was dan takut.

Mereka merupakan pelaku perjalanan dari luar daerah kami atau dari daerah transmisi Covid-19, yang seharusnya dilakukan pengawasan ketat dan isolasi,” ujarnya Castro.

Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Raja Nelly Anggia Munir, SKM melalui Febry selaku pemerisah pekerja pendatang dari pulau jawa dan juga pekerja dari kota palembang tersebut mengatakan, ya emang benar, pada hari baru saja datang para pekerja dari wilayah luar dari daerah kita, sebanyak lima orang, dua dari lima orang tersebut dari Kuningan Jawa Barat dan tiganya dari kota Palembang.

“Yang sekarang kita semua sedang melawan Covid 19 demi mencegah penyebaran mata rantai virus Corona. Maka dari itu lima pekerja yang baru datang dari wilayah kita wajib kita perisah atau cek terlebih dahulu kesehatannya dan harus Karantina selama 14 hari.

Menurut Febry, Lima pekerja yang baru datang ini sudah kami cek semua, alhamdullilah semuanya aman tidak satupun yang ditemukan keluhannya (OTG ) baik itu dua pekerja dari asal Kuningan Jawa Barat dan tiga pekerja dari kota Palembang. Meski pun begitu lima para pekerja ini tetap kami pantau kesehatannya tapi kalau lima pekerja ini masih tetap bekerja ingin disini,” ujarnya Febry Selaku yang mewakili pihak kesehatan Puskesmas Tanjung Raja saat di wawancarai wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.