Berita, F. Castro✍️_Kabiro Ogan ilir

Datarilis.com – Kegiatan pembangunan atau  rehabilitasi sedang/berat pagar sekolah dasar khususnya SDN 03 dan SDN  20 Kec. Tanjung Raja Kab. Ogan Ilir (OI), disekitar lokasi pekerjaan diduga banyak yang bermasalah ”  diduga bangunan pagar sekolah ini dikerjakan asal jadi tidak sesuai RAB, pondasi dan batu bata timpang tindih, perkerjaanya pun sepertinya dikerjakan asal jadi serta tidak ditemukan papan informasi, sedangkan pekerjaan sudah tahap penyelesaian.

Menurut Ujang (55) masyarakat setempat yang dekat wilayah pembangunan melaporkan ke Warta Datarilis.com pada Selasa (30/06). menurutnya, Pasalnya   Pembangunan pondasi baru  dan  Pemasangan  batu  bata  pagar  tersebut  di pasang  diatas  bangunan  lama. Hal  tersebut membuat     ketahanan  bangunan  baru  sangat  diragukan, Bila  memang  pembangunan  pagar tersebut  sudah  sesuai  RAB maka  perlu dipertanyakan   perencanaan pembangunan  pagar  tersebut.  Darimana  dasar  nya  membuat   gambar  proyek  tersebut   bisa  tumpang  tindih  dengan bangunan  lama dan  bangunan  baru terkesan dikerjakan asal jadi,” ujar Ujang.

“Ujang juga menduga,  pembangunan tersebut  diduga  asal  jadi  tanpa  memikirkan  ketahanan bangunan. “Perlu  di  kaji  ulang  pembangunan  pagar keliling  SDN 03 ini, Karna  sesuai  keadaan yang  kita temui   di lokasi, Maka kita  menduga  pembangunan  pagar  tersebut  tidak  sesuai spesifikasi  sebab  pagar tersebut didirikan diatas pondasi yang lama, Siapa yang bisa menjamin   ketahanan   bangunan  lama  tersebut  jika  bangunan  itu  ambruk  otomatis bangunan  baru  itu  juga  ambruk,”katanya ujang dengan was was kuatir.

Tambahnya, tidak adanya papan proyek, ” Padahal papan informasi tentang proyek yang bersumber dari pembiayaan negara diwajibkan memasang papan informasi, agar masyarakat bisa memperoleh informasi tentang kegiatan proyek tersebut, siapa pelaksananya ?, perusahaan apa yang mengerjakannya , berapa anggarannya ? Dan sumber dana dari mana ????,”ungkapnya ujang.

Dari pantauan Warta Datarilis.com Rabu, (01/07) pukul 09:30 Wib terlihat dilokasi pekerjaan pagar tidak ditemukan papan informasi, tidak adanya rekanan, tidak ada pengawas yang ada hanya tukang yang sedang mengecet bangunan sudah hampir selesai pengerjaannya, disaat komfirmasikan ke salah satu tukang, kami buat pagar ini sudah 25 hari dan sudah selasai hanya tinggal pengecetannya saja hari ini. kami disuruh bangun kayak gini ” ia, kami bangun kayak gini. Ditanya kemana papan proyek dan siapa kontraktornya, kami hanya bekerja, kami tidak tau dan setahunya kami yang punya proyek ini orang komering, Syarul namanya, “ jelas pak tukang ke Wartawan.

Hal yang sama terjadi dengan proyek pagar SDN 20 depan SMA1 Tanjung Raja tepat pinggir jalan lintas. Dilokasi pekerjaan tidak ditemukan juga papan informasi proyek, tidak ada kontraktornya, tidak ada pengawasnya, pun tukangnya. Perkerjaannya pun sama timpang tindih asal jadi.

Dari pantauan Datarilis.com pembangunan pagar sekolah SDN 03 dan SDN 20 Tanjung Raja, Kab. Oi ini, pekerjaan pondasi dan pemasangan batu batanya diduga terindikasi tidak sesuai RAB dan Gambar yang ada. Pekerjaan tapak pondasi dan galian pondasi, besi cincin balok dan tanpa papan proyek diduga tidak sesuai spek yang ada. Hal ini menjadi pertanyaan apakah pekerjaan ini memiliki konsultan pengawas? Atau ada unsur pembiaran agar bisa meraup pundi pundi rupiah keuntungan besar untuk dinikmati dan dibagi?.

Sementara, menurut salah satu Kepsek yang mendapatkan bangunan tsb mengatakan di via Wanya, ia benar , salah satunya SD kami dibangun tapi dak sesuai dengan omongan, katanya akan dibangun pagar keliling, kenyataannya hanya sampai didepan dan di belakangnya saja itu tak panjang sedangkan yang disamping bank sumsel dan kantor lurah dak dibangunkan.

” gara gara ini, batang batang pelindung keindahan sekolah lah kami tebang gale nyatenye dak dibangun. Untuk lebih lanjutnya kami tau sama sekali hal ini karena kami dak diajak ” terpaksa diam bae. Saat kami tanyakan sama tukangnya, ngapo dak dibangun sampai ke ujung jawabnye, Covid ikak bu dan pulo ini yang kelurahan.

Tambahnya Kepsek, dan kenapa bangunan gerbang yang baru ini dak dikasi atapnye (gundul) hanya tiang saje, tak terlihat kesan sama sekali bagusnya dibandingkan dari gerbang yang lama (terkesan bertambag buruk saja), masih jauh bagus yang kami lame dulu ” pokoknye dak lemak nyinggok sekolah sekarang jadinyo, baik itu dari depan maupun dari belangkanyo,” ujarnya kepsek terkesan seperti kecewa.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pendidikan (disdik) Kabupaten Ogan Ilir (OI), Heri Kurniawan saat dikonfirmadi di via whatsappnya mengatakan, ia nanti kita cek dan lihat RABnya dulu, Karna pagar sekolah ini kan enggak dibangun sampai belakang. “tapi, walapun cak tu biasonyo konsultannyo sudah memperkirokan dialihkan,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.