Datarilis.com || ROSI Kabiro Binjai – Langkat

Video Hak Cipta Datarilis.com/Rosi

Langkat – Kasus penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan pengeroyokan yang dilakukan oleh 3 orang pelaku diantaranya  inisial DA alias Dede (26) dan SA alias Surya (35) bersama RW alias Yuni (57) kepada korbanya Selamat (57) dan Sakini (49) yang ditangani oleh pihak Mapolsek Hinai Polres Langkat hingga kini penaganan perkaranya menuai pertanyakan.

Pasalnya tiga Orang pelaku pengeroyokan yang diketahui merupakan Ibu dan anak kandung dan tinggal di Pasar VI, Lingkungan V, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat sejak dilaporkan pada Tanggal 04 Agustus 2020 lalu hingga kini masih bebas berkeliaran dan menghirup udara segar.

Data yang diperoleh Datarilis.com, kalau kejadian tersebut terjadi pada Tanggal 04 Agustus 2020 lalu sekira Pukul 19.45 Wib dan dilakukan di depan umum persinnya dilokasi Jalan Seiya, Lingkungan V, Kelurahan Kebun Lada di depan rumah Zakir yang tak jauh dari rumah kediaman pelaku.

Dari hasil laporan pengaduan korban terkait kasus penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh 3 pelaku sesuai laporan Polisi LP/36/VIII/2020/SU/Res/LKT/Sek Hinai Tanggal 05 Agustus 2020 di Mapolsek Hinai, penyidik telah melakukan pemeriksaan dan mengambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Korban dan juga para Pelaku serta mengambil keterangan dari sejumlah saksi-saksi, namun hingga kini para pelaku masih berkeliaran.

Keterangan yang diperoleh Datarilis.com dari Korban Selamat saat ditemui di kediaman nya di Jalan Harapan, Dusun I, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat Senin (24/08/2020) menjelaskan ,”kejadian tersebut berawal ketika Saya (Selamat-red) bersama Sukini mendatangi rumah para pelaku untuk menyelesaikan suatu permasalahan rumah tangga, namun kedatangan kami tidak diterima dan mengusir kami dari halaman rumah pelaku,”Ungkap Selamat.

Namun saat Kami keluar dari pekarangan rumah mereka, Saya dikejar dan diserang oleh DA alias Dede  dan disusul oleh SA alias Surya, sedangkan Istri Saya Sukini diserang oleh RW alias Yuni, mereka (para pelaku-red) dengan beringas memukul dan menginjak-injak Kami di hadapan orang banyak.

Kejadian itu langsung kami laporkan ke Mapolsek Hinai, laporan Kami malam itu belum dapat diterima oleh Polisi, namun ke-esokan harinya kami kembali membuat laporan ke Polsek tersebut dan diterima, sedangkan penyidik mengarahkan Kami untuk segera membuat Visum ke Puskesmas terdekat,” katanya.

Ditambahkan Korban Selamat lagi ,”Saya dan Sukini diambil keterangan bersama saksi-saksi, dan Polisi telah mengambil hasil Visum di Puskesmas dan para pelakunya juga sudah diperiksa untuk diambil keterangan nya, namun hingga kini para pelaku tidak dilakukan penahanan oleh Polisi,” Kata Nya.

Sementara itu dari Keterangan yang diperoleh Datarilis.com dari Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian.SH beberapa hari lalu saat ditemui di ruangan nya mengatakan, bahwa pihaknya tidak melakukan penahanan kepada ke tiga orang pelaku berdasarkan adanya surat permohonan bersama jaminan BPKB bersama unit kenderaan sepeda motor milik pelaku.

“Kita memang tidak menahan para pelaku berdasarkan adanya pengajuan surat permohonan dan juga menyerahkan jaminan buku BPKB sepeda motor milik pelaku, dan Kita berinisiatif kalau para pelaku tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan nya serta tidak melarikan diri maka di dalam KUHPidana itu dibenarkan,” Terang  AKP Adi Alfian.SH.

Namun ketika AKP Adi Alfian.SH dipertanyakan apakah tidak ditahan nya para pelaku DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni merupakan penagguhan penganan ? namun Kapolsek Hinai membantah dan mengatakan ,”mereka tidak ditahan bukan berdasarkan pengajuan untuk penagguhan penahanan, mereka selama penyelidikan Koperaktif dan juga masih bersaudara.

“Dengan pertimbangan itulah kita tidak menahan mereka mana kala ada kesempatan untuk berdamai, sebab mereka juga merupakan tulang punggung keluarga, dan bila mana ini juga tidak ada titik temunya, maka SP2HP akan kita sampaikan ke pihak Kejaksaaan nantinya, dan para pelaku harus wajib lapor pada penyidik ,”Ujar AKP Adi Alfian.SH.

Sementara itu dari hasil lidik dan penyelidikan serta bukti-bukti keterangan, dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) tahap 2 dijelaskan kalau bahwa laporan pengaduan korban Selamat bersama istrinya Sakini ditemukan bukti-bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama.

Sedangkan dalam SP2HP tahap 2 pada Rajukan 1 pada SP2HP untuk nomor 1, poin (a) disebutkan dari laporan korban ke Mapolsek Hinai Polres Langkat Nomor : LP/36/VIII/2020/Su/Res Lkt/Sek Hinai Tanggal 05 Agustus tentang terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama yang terjadi pada hari Selasa Tanggal 04 Agustus 2020 sekira Pukul 19.45.Wib di Pasar VI, Lingkungan V, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kab Langkat sebagai mana dimaksud dalam Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 1KUHPidana, namun penyidik tidak juga menahan para pelaku dengan dalih kalau para pelaku Koperaktif selama lidik dan penyelidikan.

Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian.SH mengakui kalau pihaknnya telah mengirim SPDP hari Senin Tanggal 24 Agustus 2020, dan penjelasan Kapolsek Hinai pihaknya belum mengetahui siapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menagani perkara tersebut dengan alasan belum ada JPU yang di ujuk Kajari Stabat.

Terkait tidak ditahan nya para pelaku DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni, Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga ketika di hubungi melalu CAT WA Ponselnya Senin (24/08/2020) memberikan penjelasan pada Wartawan kalau para tersangka dilepas dengan proses penaguhan penahanan.

“Tidak dilakukan penahanan kepada para pelaku penganiayaan tersebut sesuai PP No. 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP diatur bahwa dalam permintaan penangguhan penahanan, ada jaminan yang disyaratkan yang bisa berupa Jaminan Uang (Pasal 35) dan seterusnya. Jelas AKBP Edi Suranta.

Ditambahkan Nya lagi ,”didalam Pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) perintah penahanan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dilakukan dalam hal, adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan merusak atau menghilangkan barang bukti, adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan mengulangi tindak pidana dan seterusnya, Papar Kapolres Langkat melalui WA Ponselnya.

Dari hasil penjelasan Konfirmasi yang diperoleh Datarilis.com  dari Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian.SH tidak ditahan nya para tersangka bukan berdasarkan penagguhan penahanan, dikarnakan para pelaku DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni telah mengajukan surat permohonan bersama penyerahan BPKB dan Sepedamotor milik tersangka, dan penyidik menilai para pelaku Koperaktif selama penyelidikan, dan tidak ditahan nya para pelaku itu juga merupakan kebijakan dari penyidik.

Sedangkan penjelasan Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga menyebutkan kalau tidak ditahan nya para pelaku penganiayaan tersebut telah melalui prosudur penagguhan penahanan sesuai PP No. 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP, diatur bahwa dalam permintaan penangguhan penahanan, ada jaminan yang disyaratkan.

Dari hasil Konfirmasi dan penjelasan dari Kapolsek Hinai AKP Adi Alfian.SH bersama Kapolres langkat AKBP Edi Suranta terkait tidak dilakukan penahanan kepada ke tiga tersangka DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni sangat berbeda, dan dugaan pihak penyidi Polsek Hinai bermain dalam pelaksanaan penegakan hukum yang disinyalir berupaya membebaskan para pelaku dalam perkara kasus tindak penganiayaaan.

Adanya dugaan permainan, bahwa perkara yang kini ditangani oleh penyidik Polsek Hinai Polres Langkat tersebut, juga terlihat bahwa dalam penyampaian SP2HP tahap 2 dijelaskan pada Rajukan 2 bahwa laporan korban pada Tanggal 05 Desember 2020, dan ini dinilai merupakan kejangalan dalam  penaganan perkara, sedangkan kejadian di Bulan Agustus 2020 lalu.

Tidak ditahan nya tiga orang pelaku inisial DA alias Dede dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni oleh penyidik Polsek Hinai Polres Langkat mendapat tangapan dari Imanuel Sembiring SH selaku pengamat Hukum  mengatakan ,”dalam menagani perkara penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama oleh para  dan SA alias Surya bersama RW alias Yuni merupakan tindak pidana murni,” Kata Imanuel Sembiring.SH kepada  Datarilis.com Selasa (25/08/2020).

Dipaparkan Nya lagi ,”Bahkan penyidik dalam perkara tersebut telah menetapkan ketiga orang pelaku bersetatus tersangka yang membidik dengan  Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 1KUHPidana, namun hingga kini pelakunya masih bebas berkeliaran tanpa di lakukan penagguhan penahanan kita nilai  menyalahin aturan dalam lidik dan penyidikan.

Apalagi perkara penganiayaan secara bersama-sama yang di lakukan oleh 3 orang pelaku dalam satu keluarga itu kepada korban Selamat bersama istrinya Sakini dilakukan di depan umum, dan Korban telah mengalami luka-luka disekujur tubuh hingga menganggu pisikologi dan bahkan sampai-sampai pada hilanga harga diri dihadapan orang lain akibat kejadian tersebut.

Seharusnya dalam lidik dan penyelidikan terkait kasus penganiayaan secara bersama-sama ini tentunya penyidik harus menjalani tugas sesuai SOP, apa lagi penyidik mempunyai hak melakukan penahanan 2 X 24 Jam kepada para pelakuknya, namun disbut kalau para pelaku sudah di BAP oleh penyidik namun para tersangka sama sekali tidak dilakukan penahanaan walau sedetikpun,” Ujarnya.

Anehnya lagi, lanjut Imanuel ,”para pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran sedangkan pelaku-pelaku tersebut sudah bersetatus tersangka dan dibidik dengan Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 1KUHPidana, penyidik hingga kini tidak melakukan penahanan berdalih adanya surat permohonan bersama jaminan BPKB Sepeda motor milik tersangka, sedangkan yang dilakukan penyidik tersebut bukan berdasarkan Undang-undang KUHPidana tentang penagguhan penahanan,”Kata Imanuel.

Sementara terkabar desas desus Informasi yang diperoleh  Datarilis.com  kalau inisial RW alias Yuni merupakan Oknum ASN Guru pengajar di Dinas Pendidikan di Kab Langkat dan juga diketahui Ibu kandung pelaku inisial DA alias Dede dan SA alias Surya disebut-sebut juga dekat dengan pihak Kapolsek dan Penyidik di Mapolsek Hinai, sehingga ada dugaan permainan yang hingga kini ketiga pelaku tersebut tidak ditahan.

Untuk tidak menghilangkan kepercaya dalam penegakan Hukum dijajaran Polres langkat, Imanuel Sembiring SH mendesak Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga agar segera memerintahkan penyidik yang menagani perkara tersebut segera menagkap dan menahan ke tiga pelaku tersebut demi penegakan supermasi hukum yang benar.

Keterangan :

1 Rekaman Video saat kejadian pelaku  DA alias Dede sedang melakukan penganiayaan kepada korban Selamat.

2. Korban Selamat dengan kondisi luka dan memar

3. Sakini saat dirawat di Puskesmas dengan kondisi tak berdaya

4. Penjelasan SP2HP dari Penyidik Polsek Hinai Polres Langkat yang menyebutkan kejadian pada Tanggal 04 Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.