Sampai Saat Ini Panitia Belum Mendapat Penjelasan Bakal Calon Yang ” Tidak Memiliki Ijasah Asli.”

Tim Aris Fadillah Kabiro Kab. Tanggamus

Datarilis.com ||| Terkait pemberitaan pengambilan nomer urut bakal calon kepala pekon ricuh, yang di beritakan dalam pemberitaan on line,bahwa di balai pekon sukaraja terjadi pra contra antara calon dan masyarakat pekon sukaraja ,gunung alip, tanggamus.

Kericuhan tersebut terjadi karna adanya ketidak puasan masyarakat kepada bakal calon kepala Pekon dengan nomor urut dua yang diduga tidak memiliki ijazah asli (kutipan pemberitaan online pada tanggal 08/03/2020 bulan lalu).

Menyikapi hal tersebut diatas, pagi ini tujuh orang perwakilan masyarakat dari Pekon sukaraja, kecamatan gunung alip, mendatangi kantor TAPEM (tata pemerintahan) di kabupaten Tanggamus,selasa (09/06)

Haryadi(pangeran) di dampingi media juru bicaranya memasuki ruangan ketua TAPEM untuk menemui ketua TAPEM,dalam menanyakan kelanjutan kasus tersebut.

Haryadi mengatakan bahwa dirinya belum menemui ketua TAPEM karna beliau tidak masuk,hanya ada staf nya saja.

“Hari ini saya belum bertemu ketua TAPEM nya,tapi saya sudah bicarakan langsung dengan staf nya untuk menanyakan kelangsungan dan perkembangan surat pengajuan kami sudah sampai di mana karna sampai hari ini kami atas nama masyarakat masih menanyakan apa sebabnya memakai ijasah foto copy kok bisa menyalonkan diri sebagai kepala Pekon,dan bagaimana keabsahan dari ijasah tersebut,kami hanya menghawatirkan masyarakat akan membuat kerusuhan ‘katanya .

Di tempat berbeda Setelah di komfirmasi bendahara panitia pilkakon Deswari menjelaskan” bahwa pertama kali kami mengajukan pengambilan nomer urut bakal calon kepala pekon yang tidak dapat nenunjuk kan ijasah asli kepada ketua TAPEM beliau menyatakan tidak bisa menyalonkan diri(gugur)namun kemudian terbit surat bahwa pemerintah kabupaten mengesahkan pencalonan tersebut atas dasar surat no 140/1950/09/2020, akhirnya disahkan lah sebagai calon urut no 2,atas nama Raidalina dengan dokumen yang di keluarkan oleh dinas pendidikan kabupaten Tanggamus tanggal 23/12/2005 ,yang menerangkan bahwa surat keterangan kehilangan ijasah atas nama Raidalina,namun setelah di tanyakan ke dinas pendidikan wilayah II di Kabupaten peringsewu,bahwa surat tersebut bukan surat pengganti ijasah.”jelasnya.

Hal ini tidak sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan0 No 29 tahun’ 2014. “tambahnya lagi.

Panitia pemilihan calon kepala Pekon di Pekon sukaraja kecamatan gunung alip telah mengirimkan surat pengajuan mengenai tidak lanjut perkara ini, mengingat calon tersebut telah di tetapkan sebagai calon kepala pekon sukaraja.

Hingga terbitnya berita ini panitia belum mendapatkan penjelasan terkait permasalahan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.