Indralaya || DataRilis.com -Tv Online
Berita : KA. Biro

Persoalan Alokasi Dana Desa (ADD) di Daerah Kab. OI , diduga Prokontrak. Pasalnya , Anggaran Negara bernilai fantastik Miliyaran Rupiah untuk Desa Se-Kab. OI, diduga kuat sengaja di tidurkan dulu di Bank Sumsel Babel (BSB). Indikasi itu terungkap ketika Pemerintah Desa (Kades) tidak bisa mencairkan uang tersebut ke Bank. Alasanya, karna sudah ada surat perintah dari DPMD OI yang telah mengirimkan surat kepada Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya (BSBCI) untuk tidak mencairkan dana Rp30jutaan per-desa.

Diduga guna memuluskan rencana kegiatan pemberdayaan karangtaruna, pkk, studi banding ke Bali tahun 2020, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)Kabupaten Ogan Ilir (OI)  “menahan” dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp30juta untuk setiap desa.

” Sementara di OI, terdapat 227 desa, sehingga total dana yang mengendap di rekening mencapai Rp6,8miliar. Bahkan untuk melancarkan kegiatan “penahanan” dana tersebut dinas sampai melayangkan surat ke Bank Sumsel Babel cabang Indaralaya agar tak mencairkan dana tersebut.

Hal itu diungkap oleh salah satu Kepala Desa (Kades) kepada Wartawan kamis, (09/04/20)” yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, mengapa sampai sebesar Rp30juta dana ADD ditahan (Tidur BSB), saat wabah corona melanda idealnya kegiatan mengumpulkan orang, atau jalan-jalan kan sedianya tidak dilakukan karena memang dilarang. Padahal maksud dirinya uang tersebut akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada rakyat desa dalam menghadapi pendemi corona

” Ya kalau di Dana Desa kan sudah dihapuskan program pemberdayaan dialihkan dananya untuk antisipasi penyebaran corona, kami minta di ADD juga begitu jadi jangan lagi menahan uang rakyat desa sebesar Rp30juta, untuk apa ditahan-tahan. Kalikan saja berapa jumlah desa di OI, uangnya bisa Rp6,8miliar.

“Kami ini rencananya mau beli sembako mau beli desinfektan untuk antisipasi corona. Yang kami pertanyakan mengapa dinas sampai menyurati Bank Sumsel Babel, untuk menahan dana itu. Kalau kami gunakan dan ADD pasti tidak sembaranganlah.

Jadi curiga ini, jangan-jangan orang dinas khawatir kalau kegiatan jalan ke Bali dibatalkan, mungkin dia tidak dapat fee dari situ. Ini musim corona, saya rasa kegiatan seperti itu bisa batal karena ada hal yang lebih penting untuk diatasi,”tuturnya

Sementara itu Kadis PMD OI Trisnopilhaq ST Msi melalui Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD OI Leddy Ismed ST Msi, membenarkan jika sudah mengirimkan surat kepada Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk tidak mencairkan dana Rp30jutaan per-desa.

Menurutnya, uang sebesar Rp30jutaan tersebut saat ini mengendap di rekening desa, tidak disetor kemana-mana, untuk sementara tidak ditarik, karena kalau diitarik juga tidak bisa di spj-kan. Karena untuk penanganan penyebaran virus corona sudah ada pos- posnya”, katanya.

Sambungnya saat di konfirmsi di via whatsappnya ya mengatakan, Untuk jangan diganggu dulu guna untuk covid- 19. Sementara kita memanfaatkan dulu dana desa yang sudah dicairkan oleh desa, apabila keadaan darurat dana tsb bisa kita tarik untuk digunakan.

“Dikatanya, kita sudah mengalihkan kegiatan tersebut dari dana desa 30 hingga sampai 40 juta untuk penanganan Covid- 19 dan juga dari ADD 5 sampai 10 juta untuk atasi Covid- 19.

Ini akan dapat berubah sewaktu waktu sesuai situasi kondisi lapangan kita harus ada dana cadangan apabila kondisi ini berlansung lama,” ujarnya Leddy.

Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya Yathris Dermawan, membenarkan bahwa Dinas PMD OI mengirimkan surat ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya (BSBCI). ” Ya memang ada surat dari DPMD OI yang menyatakan, agar memblokir sejumlah uang sebesar Rp30jutaan per desa, kami juga tidak berani  membuat surat untuk memblokir rekening kalau tidak ada surat tersebut.

Jadi ketika ada surat pencabutan blokiran, ya kita bisa buka blokirnya kembali,” pungkasnya pihak BSBCI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.